Produksi Energi Listrik dari Limbah Kulit Pisang (Musa paradisiaca L.) Menggunakan Teknologi Microbial Fuel Cells dengan Permanganat sebagai Katolit
Lisa Utami, Lazulva Lazulva, Yuni Fatisa
AI summary
65% confidenceThis study investigates the potential of banana peel waste as a source of electricity using Microbial Fuel Cell technology with permanganate as the catholyte.
Generated by MESSAI extraction pipeline · review against source PDF
Representative MFC — matched on the paper’s system type only, not its reactor or geometry.
Open in lab for full controls, parameter editing, and template overlays.
Open in lab →What they did
- System
- MFC
What worked
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana potensi biomassa yang tidak termanfaatkan yaitu limbah kulit pisang sebagai sumber energi listrik menggunakan teknologi Microbial Fuel Cell (MFC). Pengamatan dilakukan terhadap reaktor bejana yang didesain dengan dua chamber (anoda dan katoda) menggunakan KMnO4 sebagai katolit dan dihubungkan dengan rangkaian sel elektrokimia (sel volta) kemudian diukur nilai tegangan, arus, power density yang dihasilkan dari rangkaian limbah kulit pisang selama 17 hari. Hasil pengukuran nilai tegangan maksimum, arus maksimum dan power density maksimum yang dihasilkan dari reaktor didapatkan berturut-turut sebagai berikut : 1.455 volt; 0,032 miliampere; dan 31,9 mW/m². Limbah kulit pisang dapat digunakan untuk memproduksi arus listrik..
Key findings
- [object Object]
- [object Object]
- [object Object]
Keywords
Identifiers
- Journal
- al-Kimiya
- Year
- 2019