AI summary

70% confidence

Penelitian ini menunjukkan bahwa pH 4 adalah kondisi optimum untuk reduksi kromium heksavalen (Cr6+) dalam reaktor Microbial Fuel Cell (MFC) menggunakan bakteri Escherichia coli, dengan persentase penurunan sekitar 98%.

Generated by MESSAI extraction pipeline · review against source PDF

Generic MFCRepresentative model
Click to animate flow
loading 3D model…

Representative MFC — matched on the paper’s system type only, not its reactor or geometry.

Extraction

Reported parameters

4 extracted values

View extracted values

Open in lab for full controls, parameter editing, and template overlays.

Open in lab →

What they did

System
MFC

What worked

No outcome metrics extracted yet.

Abstract

Kalimantan merupakan pulau yang terkenal akan sektor pertambangan salah satunya di daerah delta Mahakam, yang dalam proses eksploitasinya berpotensi menghasilkan limbah logam berat, seperti logam berat Cr⁶⁺. Pencemaran logam Cr⁶⁺ cukup sulit untuk terurai dilingkungan dan bersifat karsinogenik, karena dengan konsentrasi kecil saja dapat menimbulkan tingkat keracunan yang sangat tinggi pada makhluk hidup, sehingga pengolahan terhadap limbah tersebut sangat penting. Microbial Fuel Cell merupakan suatu metode yang dapat membantu proses pengolahan limbah dengan cara mereduksi Cr⁶⁺ menjadi Cr³⁺ dengan katalisis mikrobiologis. Penelitian ini menggunakan metode reaktor double-chamber yaitu terdapat ruang anoda yang berisi bakteri anaerob dan basic anolyte, sedangkan pada ruang katoda terdapat kalium dikromat dengan konsentrasi 18 mg/L dan variasi pH 3, 4 dan 5 yang dilakukan selama 10 hari. Kondisi pH optimum pada proses reduksi terjadi pada pH 4 dengan besar persen penurunan sekitar 98%. Dan produksi listrik tertinggi pada hari ke-2 pada variasi pH 3 dengan nilai power density sebesar sebesar 11, 06 mW/m².

Key findings

  • [object Object]
  • [object Object]
  • [object Object]

Keywords

Nuclear chemistry

Identifiers

Journal
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles
Year
2019