AI summary

70% confidence

Penelitian ini menggunakan limbah cair tempe dan bakteri Lactobacillus acidophilus dalam sistem MFC untuk menghasilkan listrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri meningkatkan energi listrik yang dihasilkan. Waktu inkubasi 9 hari merupakan waktu optimum untuk menghasilkan energi listrik yang tinggi.

Generated by MESSAI extraction pipeline · review against source PDF

Dual-chamber H-cell MFCRepresentative model
Click to animate flow
loading 3D model…

Representative dual-chamber H-cell — matched on the paper’s reported configuration, not its exact geometry.

Extraction

Reported parameters

92 extracted values

View extracted values

Open in lab for full controls, parameter editing, and template overlays.

Open in lab →

What they did

System
MFC
Substrate
real wastewater
Inoculum
Lactobacillus acidophilus

What worked

No outcome metrics extracted yet.

Abstract

Teknologi baru yang sedang banyak dikembangkan sebagai penyediaan sumber listrik alternatif salah satunya yaitu Microbial Fuel Cell (MFC). Penelitian ini menggunakan substrat dari limbah cair tempe dan bakteri Lactobacillus acidophilus. Desain sistem MFC yang digunakan yaitu dual-chamber dengan masing-masing reaktor memilki volume 500 ml. Penelitian yang dilakukan pada sistem MFC yaitu limbah cair tempe murni dan limbah cair tempe dengan penambahan bakteri Lactobacillus acidophilus, dengan waktu inkubasi 9 hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi bakteri Lactobacillus acidophilus dalam meningkatkan energi listrik yang dihasilkan menggunakan sistem MFC dan untuk mengetahui waktu (hari) optimum yang dapat menghasilkan energi listrik yang tinggi. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah eksperimental, yaitu dilakukannya dua eksperimen pada substrat limbah cair tempe pada sistem MFC. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perubahan kuat arus dan tegangan yang dihasilkan dari masing-masing ekperimen substrat. Potensi energi listrik yang lebih baik dihasilkan dari substrat limbah cair tempe dengan penambahan bakteri Lactobacillus acidophilus. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bakteri Lactobacillus acidophilus berpotensi dalam meningkatkan energi listrik. Waktu (hari) optimum yang menghasilkan energi listrik pada penggunaan limbah cair tempe murni yaitu pada hari ke-3 dengan besar tegangan listrik 2,21 mV, arus listrik 1,42 mA dan power density 4,92 mW/m². Pada limbah cair tempe dengan penambahan Lactobacillus acidophilus menghasilkan energi listrik yang tinggi pada hari ke-3 . Pada hari ke-3 dihasilkan tegangan listrik sebesar 2,53 mV, arus listrik 1,69 mA dan power density 6,71 mW/m².

Key findings

  • [object Object]
  • [object Object]
  • [object Object]

Keywords

TempeLactobacillus acidophilusFood scienceMicrobial fuel cellProbioticMicrobiology

Identifiers

Journal
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi
Year
2024